Memuat...
Terima kasih banyak telah membaca novel 『Gimai Seikatsu』 (Kehidupan Adik Tiri) Volume 18. Saya Mikawa Ghost, penulis karya asli sekaligus versi novelnya.
Akari yang lahir di akhir volume sebelumnya, di volume ini akhirnya pulang ke rumah keluarga Asamura. Bayi adalah entitas terkecil di dalam keluarga. Namun di saat yang sama, ia juga merupakan pusat gravitasi terbesar yang menarik waktu seluruh anggota keluarga ke sekelilingnya.
Akari tidak menjelaskan alasan mengapa ia menangis. Apakah karena lapar, popoknya basah, merasa cemas, atau hanya ingin digendong. Orang-orang dewasa di sekitarnya memikirkan dan mencoba kemungkinan-kemungkinan itu satu per satu, lalu menghembuskan napas lega jika ia berhenti menangis. Namun, fakta bahwa ia berhenti menangis pun belum tentu merupakan jawaban yang benar. Bahkan Akiko yang merupakan ibunya sekalipun tidak memahami seluruh perasaan Akari; beliau hanya mengimajinasikan dan melakukan apa yang bisa dilakukan pada saat itu.
Salah satu hal yang ingin saya gambarkan dalam volume ini adalah fakta bahwa orang tua pun belum tentu tahu jawaban yang benar dalam mengasuh anak. Saya rasa ada banyak orang yang merasa cemas saat memiliki anak dan menjadi orang tua. Saya sendiri, meski berbicara seperti sosok yang hebat ini, belum memilih jalan untuk berkeluarga dan memiliki anak hingga saat ini. Saat tumbuh dewasa, seseorang akan merasakan betapa hebatnya orang tua mereka yang telah membesarkan anak-anaknya... Namun mereka pun mutlak tidak tahu jawaban yang benar sejak awal, dan waktu berlalu begitu saja tanpa tahu apakah hal itu benar-benar jawaban yang tepat, hingga kelak setelahnya baru bisa menengok kembali dan berpikir bahwa mungkin itu adalah jawaban yang benar. Orang tua pun ragu, berbuat salah, merasa cemas setelah memilih, namun biarpun begitu, selama mereka bertanggung jawab atas kehidupan seseorang, mereka tidak bisa terus berhenti hanya gara-gara tidak tahu. Bukan menemukan jalan yang benar, melainkan terus melangkah untuk menjadikan jalan yang dipilih itu sebagai hal yang benar. Perasaan semacam itulah yang saya tuangkan ke dalam puisi satu baris di awal volume.
Bagi Saki, kelahiran Akari juga merupakan peristiwa yang secara mendadak menarik masa depan—di mana ia mungkin akan menjadi seorang ibu suatu saat nanti—menjadi sangat dekat dengan kenyataan. Saat dipeluk ibunya ia berhenti menangis, namun saat dipeluk olehnya ia tidak kunjung berhenti menangis. Ibunya di usianya yang setara sudah melahirkan dan membesarkan anak. Berhadapan dengan fakta tersebut, Saki menjadi cemas apakah dirinya sanggup menjalankan peran sebagai seorang ibu.
Saki adalah sosok yang selama ini berusaha menjadi kuat dengan cara menambah hal-hal yang bisa ia lakukan sendirian. Baik pelajaran, pekerjaan, maupun kehidupan, ia ingin menjadi manusia yang sanggup memilih dengan kekuatannya sendiri tanpa bergantung pada siapa pun. Namun di volume ini, ia melangkah ke arah yang sedikit berbeda dari kekuatan semacam itu. Mengetahui bahwa tidak membutuhkan bantuan bukanlah arti dari kemandirian, melainkan percaya pada pasangan saat dibutuhkan dan bergantung dengannya secara lihai pun merupakan bagian dari kemandirian. Membutuhkan seseorang secara tanpa syarat seperti bayi dan meminta bantuan pada seseorang sebagai orang dewasa bukanlah dua hal yang bertolak belakang. Saya rasa orang dewasa bukanlah entitas yang bisa hidup sendirian, melainkan entitas yang telah sanggup memilih cara untuk bergantung.
Nah, mulai dari sini kehidupan Yuta dan Saki berdua melangkah dari "Kehidupan Adik Tiri" (Gimai Seikatsu) menuju "Kehidupan Pernikahan Tiri" (Gikon Seikatsu). Penamaan dari Saki memang agak terkesan memaksakan, tapi sebagai kata yang merepresentasikan hubungan mereka berdua yang melangkah ke tahap berikutnya, secara mengejutkan kata itu mungkin terasa cukup pas. Tentu saja judul karyanya tidak berubah, jadi harap tenang saja.
Aturan yang mereka buat berdua demi kehidupan bersama yang baru memiliki warna yang sangat berbeda dibanding masa-masa awal mereka bertemu dulu. Waktu itu adalah aturan agar tidak saling melangkah terlalu dalam. Namun aturan yang dibuat kali ini adalah menyampaikan lewat kata-kata, bergantung, menyapa, dan memastikan apakah akan berpelukan. Hal yang tadinya merupakan kontrak demi menjaga garis batasan, kini berubah menjadi ikrar agar tidak kehilangan jejak pasangan di dalam jarak yang terlalu dekat. Karena selama ini mereka pun sudah menjalani kehidupan tinggal bersama, tidak bisa dipungkiri jika 'segalanya sama saja, tidak ada hal yang segar'... makanya saya berharap para pembaca sekalian pun bisa ikut merasakannya kembali dengan perasaan yang segar.
Ke depannya, aturan yang ditentukan mereka berdua belum tentu bisa berfungsi secara sempurna setiap saat. Mereka pasti bakal bertengkar, dan bakal ada hari-hari di mana mereka berselisih paham. Pasti bakal ada malam di mana mereka merasa cemas apakah jalan yang mereka pilih sudah benar. Meski begitu, setiap kali hal itu terjadi, mereka tinggal bertukar kata, menulis ulang aturan, dan kembali ke tempat yang sama. Di dalam kehidupan yang tidak memiliki jawaban benar ini, jika Anda sekalian sudi terus mengawasi bagaimana mereka berdua mengubah jalan yang dipilih menjadi jawaban yang benar, saya akan merasa sangat bahagia.
Terakhir adalah ucapan terima kasih. Kepada Hiten-san yang selalu menggambar ilustrasi indah, seluruh jajaran cast yang telah menghembuskan nyawa pada versi anime dan YouTube, Kanade Yumika-san untuk versi manga, O-san selaku editor penanggung jawab, serta seluruh pihak yang terlibat dalam karya ini, saya menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya dari dasar hati.
Dan di atas segalanya, kepada para pembaca sekalian yang telah mengambil dan membaca buku ini. Justru karena Anda sekalian membalik halaman demi halaman, Yuta dan Saki sanggup terus melangkah di jalan yang mereka pilih biarpun sambil kebingungan. Kehidupan baru mereka berdua yang telah mulai melangkah dengan berniat menjadi keluarga, kekasih, dan suami istri, mohon untuk terus bersama-sama mengawasinya hingga ke depannya.
Sekian dari Mikawa Ghost.

BERSIAPLAH KARENA VOLUME 19 LIGHT NOVEL GIMAI SEIKATSU SUDAH DIPASTIKAN RESMI RILIS TAHUN DEPAN, 2027/MF BUNKO J!!!!!